Rabu, 13 November 2013

Contoh Video Stop Motion

17.17 0 Comments
Ini aku punya beberapa contoh stop motion, yuk kita lihat :D


Video pertama:

                                                                                                                                                                            
 Contoh kedua:






Contoh ke tiga:

                                                                                                   

contoh ke empat:


Apa itu stop motion?

17.14 0 Comments
 stop motion mungkin bisa saya bilang salah satu konsep teknik dan visual dari motion grafis dan animasi, stop motion yaitu pembuatan sebuah animasi dengan menggunakan camera foto dan mengcapture object frame by frame sehingga timbul sebuah pergerakan dari in between foto2 tersebut. ini merupakan teknik animasi sederhana yang bisa kita lakukan dan buat tanpa harus banyak belajar software komputer, kitapun bisa membuat visual 3d, 2d, atau reelShoot dengan stop motion.
walaupun teknik ini terkesan sangat konvensional dan murahan, tapi gak kayak gitu sebenrnya, semuanya tergantung bagaimana kita melakukan eksekusi, konsep cerita dan daya kreasi kita. untuk lebih lanjutnya yuk kita liat gimana tips sederhana cara pembuatan animasi stop motion…
1. pastikan kamu memiliki camera foto (digital pocket camera atau SLR camera), SLR camera mungkin akan lebih baik karna kita akan bisa mengatur depth of fill. tapi dengan pocket camera juga sebenarnya sudah cukup baik ko. dan sebuah komputer tentunya, kalian bisa mengunakan sofware sederhana sepeprti iMovie pada Mac atau windows movie maker pada PC. kalo kalian yang bisa menggunakan afetr effect mungkin akan lebih baik menggunakan AE.

2. siapkan object yang akan kalian gunakan sebagai aktor/ aktris dalam stop motion ini. kalian bisa menggunakan clay atau tanah liat, action figure, lego, origami, manusia, atau apapun itu sesuai kreasi kalian. mungkin akan lebih baik jika object yang digunakan bersifat fleksibel atau elastis sehingga mudah untuk membuat suatu pergerakan.

3. buatlah cerita yang menarik untuk karya stop motion anda, story line, dan yang terpenting story board dengan detail penjelasan scene direction dan shootnya. sehingga pada saat produksi kita punya acuan dan mudah dalam eksekusi.
4. pikirkan detail pergerakannya. misal kamu menggunaka effect jatuh atau effect terbang. kalian harus mencatat adegan2 yang mungkin berisi special effect khusus sehingga tidak ada yang terlewatkan sama sekali scene dan shootnya dan bisa sekali jalan dalam eksekusi.
5. mengatur dan menandai angka-angka posisi (contoh lego) object sebagai keyframe nanti. jika kita menggunakan clay, atau action figure kita bisa memberi tanda di set kita pada awal dan akhir dari sebuah pergerakan object. pastikan kamu mengatur ini semua sudah dengan view camera, pastikan object sesuai penempatannya di frame camera kamu.

6. siapkan camera kamu di posisi yang sudah kalian tentukan. gunakanlah cameramu tripod atau monopod, ini penting sehingga gambar kamu nanti tidak goyang dan tidak terlalu patah2. jika kamu tak memiliki tripod kamu bisa mengakalinya dengan tumpukan buku mungkib, sandarkan di tembok atau diatas meja, yang penting cameramu tidak goyang dan pindah tempat saat capture gambar.
7. mengatur pencahayaan. kamu bisa gunakan lampu kamar sebagai sumber cahaya utama dan senter sebagai cahay tambahan. perhatikan tidak ada sumber cahaya yang berkedip dan menggangu seperti cahaya di pintu, jendela atau tirai rumah.

8. mulailah dengan mengambil gambar pertama, dan perhatikan hasilnya apa yang kurang… misal cahaya atau setnya..segera perbaiki, ketika gambar pertama sudah OK, lanjutkan dengan memindahkan atau merubah posisi object sesuai pergerakan yang kamu mau, dan teruslah lakukan hal tersebut samapai scene atau shootnya selesai.
9. ketika kamu sudah memperoleh satu shoot atau satu scene segera simpan / transfer di komputer ada dengan penamaan folder yang sesuai nama scene/ shoot. sehingga mudah dalam proses edit.
10. ulangi langakah 8 dan 9 sampai selesai animasi kamu. setelah itu kita masuk ke proses edit/ penggabunga semua foto2 kamu menajdi sebuah aniamasi stop motion. kamu bisa gunakan sofware sederhana iMovie, windows movie maker, AE, atau yang lainnya yang kamu kuasai.
11. tambahkan effect2, transisi, atau audio dubb pada animasi anda sehingga terlihat lebih mantap..gunakan seluruh kreasimu.
12. dan terakhir tinggal kalian eksport/render video animasi stop motion kamu….sangat mudah bukan membuat  sebuah animasi stop motion..? :)

Rabu, 16 Oktober 2013

High Speed Camera

15.25 0 Comments
Disini ada video slow motion ni yang siapa tau bisa menarik kalian untuk mbuat video kaya gini                                                                                                                                                                                   


                                                 Contoh video yang pertama

                                                                                                                                                                                            


Contoh video yang ke dua


                                                                                                                                                                                                                                                       


                                                 Contoh video yang ke 3


                                                                                               

Contoh yang ke 4



Film Animasi Dari Masa ke Masa

15.21 0 Comments
Animasi secara sederhana bisa kita katakan sebuah ilustrasi atau gambar yang dicetak dalam frame demi frame. Tiap-tiap frame memiliki gambar yang berbeda (nyaris sama) satu sama lain sehingga jika diproyeksikan (bergerak secara cepat) terciptalah ilusi pergerakan gambar. Perkembangan teknik animasi dari masa ke masa demikian pesat. Sejak awal kali pertama para pembuat animasi langsung menggambar pada frame filmnya hingga kini telah menggunakan teknologi digital. Dari animasi dua dimensi (2-D), lalu animasi stop-motion, kini berkembang menjadi animasi tiga dimensi digital (CGI). Batasan film animasi juga semakin “kabur” karena teknik animasi kini lazim digunakan sebagai efek visual untuk film-film non-animasi, seperti sering kita lihat pada film-film fiksi ilmiah serta fantasi.
Animasi juga sering disebut sebagai atribut genre. Animasi bukanlah genre namun lebih tepatnya merupakan sebuah teknik. Film animasi memiliki jangkauan wilayah cerita serta genre yang luas, seperti drama, fiksi-ilmiah, perang, fantasi, horor, musikal, hingga epik sejarah. Walau bisa dinikmati oleh semua kalangan, film animasi juga identik sebagai film hiburan anak-anak karena pada kenyataannya sebagian besar film yang diproduksi memang ditujukan untuk anak-anak. Dalam beberapa kasus seperti di Jepang misalnya, film animasi juga diproduksi untuk segmen penonton dewasa.
Oleh: Himawan Pratista
Pengajar dan Pemerhati Film, tinggal di Yogyakarta
http://montase.blogspot.com/2008/03/film-animasi-dari-masa-ke-masa.html
atau more information bisa didapat di:
http://filmpelajar.com/tutorial/film-animasi-dari-masa-ke-masa
kalian bisabelajar di  sana karena banyak sumber ilmu di film pelajar ;)

Senin, 30 September 2013

Bagaimana Membuat Film Dokumenter

07.23 0 Comments
Bagaimana Membuat Film Dokumenter

oleh Jennifer Steinberg


Sebagai kurator sebuah festival film dokumenter, saya sering ditanya tentang bagaimana seharusnya seseorang membuat atau memproduksi film dokumenter. Sekarang ini, dengan peralatan yang murah, setiap orang dapat membuat film. Bisa saja benar demikian, namun, seberapa baik hasilnya? Adakah yang bersedia membayar untuk menontonnya?

Berikut adalah beberapa langkah penting yang sangat mendasar dalam membuat film dokumenter:

1) Pastikan bahwa kita mempunyai ide yang orisinil. Telusuri daftar-daftar film di festival internasional (khususnya Hot Docs, Silver Docs, Full Frame dan festival film dokumenter lainnya), Internet Movie Database, Indiewire dan wadah film-film lainnya, untuk memastikan bahwa belum ada film dengan topik yang sama pernah dibuat. Hampir semua film yang dibuat oleh para pemula dapat menarik perhatian para distributor film dari keikutsertaanya dalam festival film. Programer festival biasanya hanya mempunyai sedikit tempat untuk film dokumenter. Pastikan bahwa film kita berbeda dari yang lain. Film-film tentang 9/11, Iraq, dan AIDS adalah film-film yang sudah sangat umum.

2) Baca. Jika belum pernah sama sekali membuat film maka kita harus banyak belajar. Jangan membuat kesalahan-kesalahan yang tidak penting dan akhirnya membuang-buang uang. Luangkan waktu untuk membaca atau mencari cara untuk mendapatkan masukan dari para profesional.

3) Tonton. Carilah tempat-tempat di mana kita bisa menyewa atau menonton film-film dokumenter. Jika menggunakan TV kabel, beberapa saluran (channel) juga dapat menjadi sumber yang baik. Diskusikan film dokumenter favorit bersama teman yang juga menyukai film. Catat hasil diskusi yang penting.

4) Riset. Kita harus tahu bagaimana caranya membuat si subyek benar-benar 'hidup' dalam film. Pikirkan itu pada saat membuat treatment? hingga ke tampilannya. Pastikan kita sudah mendapatkan kesediaan dari para nara sumber juga izin lokasi di mana kita akan merekam gambar.

5) Jika hal-hal yang dibutuhkan sudah terkumpul, mulailah menulis treatment. Ikuti format yang sudah ditetapkan dalam menulis treatment?. Cari buku panduan jika membutuhkan bantuan. Ingatlah bahwa karya kita bermula dari treatment.

6) Hitung dan kumpulkan anggaran. Perkirakan berapa wawancara yang akan dilakukan dalam pembuatan film ini, berapa hari yang diperlukan, berapa tim yang akan ikut dalam produksi ini (penata suara, penata kamera, sutradara, editor), perlu tidaknya menyewa alat. Belakangan ini, kebanyakan film dokumenter berformat DVD or DigiBeta. Jangan lupa, izin atau biaya hak cipta dari musik yang akan kita pakai dapat menambah biaya yang cukup lumayan.

7) Tambahkan 30% di rencana anggaran kita, sebagai anggaran tidak terduga.

8) Cari investor atau pen-donor. Para pemula biasanya mengajak teman atau keluarganya untuk ambil bagian dalam filmnya. Kita bisa mengajukan proposal ke bermacam-macam yayasan yang memberikan bantuan dana bagi pembuatan film dokumenter. Pada umumnya kita harus menunggu 3-6 bulan dari awal pengajuan proposal untuk mendapatkan jawabannya. Jangan memaksakan diri meminjam uang atau menggunakan kartu kredit untuk membuat film.

9) Atau kita bisa juga mempresentasikan treatment kita ke stasiun-stasiun TV yang mempunyai program dokumenter.

10) Produksi film.

11) Putar film kita di kalangan yang mengapresiasi film dokumenter atau kelompok-kelompok yang merupakan target penonton film kita. Evaluasi film kita melalui angket yang disebarkan saat itu, yaitu meminta penonton untuk menuliskan pendapat mereka tentang film kita. Apakah mereka mengerti, bagaimana suasananya dan pertanyan-pertanyaan lain yang kita anggap penting.

12) Tilik kembali evaluasi-evaluasi yang kita dapatkan dan kemudian pikirkan kembali apakah ada yang perlu diubah atau ditambahkan.

13) Ajukan film kita ke festival-festival film yang ada. Bisa dimulai dari festival-festival lokal (daerah) dan nasional.


(Diambil dari: www.helium.com/items/329147-how-to-produce-a-documentary-film)





Follow Us @dinikamilasari

Dini Kamila Sari (@dinikamilasari) • Instagram photos and videos